Mitos atau Fakta: Jarang Minum Air Putih Tapi Sering Minum Es Teh Tetap Bisa Bikin Tubuh Terhidrasi?
Kalau sehari-hari lebih sering bilang, “es teh dulu, air putih belakangan,” ternyata tubuh tetap mendapatkan cairan, lho. Jadi, anggapan bahwa cuma air putih yang bisa bikin tubuh terhidrasi sebenarnya kurang tepat. Teh, termasuk es teh, memang mengandung banyak air sehingga ikut menyumbang asupan cairan harian. Namun, bukan berarti es teh bisa sepenuhnya menggantikan air putih, apalagi kalau yang diminum adalah es teh manis berkali-kali sehari. Mayo Clinic menjelaskan bahwa minuman seperti teh dan kopi tetap berkontribusi terhadap kebutuhan cairan tubuh, meskipun air putih tetap menjadi pilihan utama untuk hidrasi.
1. Es teh tetap menyumbang cairan — Secara sederhana, tubuh tidak terlalu peduli apakah cairan masuk dari air putih atau teh. Selama minuman tersebut mengandung air, cairannya dapat membantu memenuhi kebutuhan hidrasi.
2. Kafein bukan berarti langsung bikin dehidrasi — Teh memang mengandung kafein yang dapat meningkatkan produksi urine, tetapi pada konsumsi dalam jumlah normal, cairan yang masuk dari teh umumnya tetap memberikan kontribusi positif terhadap hidrasi.
3. Es teh manis punya “bonus” gula — Masalahnya bukan sekadar hidrasi, tetapi apa yang ikut masuk bersama minuman tersebut. Es teh dengan banyak gula berarti tubuh juga mendapatkan tambahan kalori dan gula, sehingga kurang ideal jika dijadikan sumber cairan utama setiap hari.
4. Air putih tetap pilihan paling simpel — Air putih tidak mengandung gula maupun kafein, sehingga menjadi pilihan praktis untuk memenuhi kebutuhan cairan tanpa tambahan kalori.
5. Kebutuhan cairan tiap orang berbeda — Tidak ada angka yang benar-benar sama untuk semua orang karena kebutuhan cairan dipengaruhi aktivitas, ukuran tubuh, kondisi kesehatan, cuaca, hingga banyaknya cairan yang diperoleh dari makanan.
Fakta menariknya, hidrasi sebenarnya bukan cuma soal “berapa gelas air putih yang diminum”. Cairan dari berbagai minuman dan makanan juga ikut dihitung dalam kebutuhan cairan harian. Bahkan, makanan yang memiliki kandungan air tinggi seperti buah dan sayuran turut menyumbang cairan bagi tubuh. Jadi, kalau kamu minum es teh setelah makan, tubuh memang tetap memperoleh cairan. Yang perlu diperhatikan adalah kebiasaannya: jika hampir setiap kali haus kamu memilih es teh manis sementara air putih jarang disentuh, asupan gula bisa ikut menumpuk. Selain itu, terlalu banyak kafein pada sebagian orang dapat mengganggu tidur atau menimbulkan rasa gelisah. Karena itu, es teh boleh saja menjadi bagian dari asupan cairan, tetapi lebih bijak kalau air putih tetap menjadi “pemain utama”. Harvard Health juga menegaskan bahwa minuman berkafein seperti teh tetap dapat berkontribusi terhadap kebutuhan cairan, sementara minuman tinggi gula sebaiknya tidak dijadikan sumber cairan utama.
Jadi, faktanya: sering minum es teh memang bisa membantu tubuh mendapatkan cairan, tetapi bukan alasan untuk meninggalkan air putih sepenuhnya. Sesekali es teh tentu bukan masalah, apalagi kalau kadar gulanya tidak berlebihan. Namun kalau mau pilihan yang paling aman, simpel, dan bebas drama, air putih tetap juaranya. Intinya, jangan sampai gelas es teh selalu penuh, sementara botol air putih cuma jadi pajangan di meja.